Subuh pagi ini dapat kabar kalo tetangga depan rumah, ka iis, meninggal dunia. Innalillahi wa inna ilaihi rooji'un.. semoga amal ibadahnya diterima Allah SWT dan keluarga yang dtinggalkan diberi kesabaran dan kekuatan.
Kematian dan kelahiran adalah sunnatullah, hadir setiap saat mewarnai hidup kita. Tapi akan menjadi lekat dalam ingatan jika itu datang pada orang-orang yang kita kenal apalagi keluarga sendiri. Maka tak heran jika disebutkan bahwa nasehat yang paling dekat adalah kematian. Dan yang membuatku ikut sedih, adalah melihat anaknya, lisa, yang berbaring lemas karena mungkin masih belum siap untuk ditinggalkan. Menurut rencana, ba'da lebaran ini dia akan menikah setelah kondisi ibunyalebih baik sehat. Namun Allah unya rencana yang lebih baik. Ibunya pergi pada saat rencana tersebut belum terwujud.
Sakit ka iis, ibunya lisa, memang sudah setahun lebih. Kesehariannya lebih banyak di tempat tidur. dan anak-anaknya serta suaminyalah yang dengan sabar merawatnya dengan kasih sayang. Hmmm jadi teringat akan almarhum abe, yang pergi dengan kondisi yang hampir sama. so, ibrahnya kudu banyak bersabar dan bersabar lagi menemani ummiku tersayang. Maafkan anakmu mi, yang belum dapat membuatmu bahagia.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Kembali
Apa kabar semuanya? Lama saya tidak menulis lagi. Meski bukan tergolong penulis aktif, tapi keinginan selalu ada. tapi ya itu, keinginan y...
-
Beberapa bulan terakhir ini, aku mendapat nasehat yang... tak banyak kata terucap...tapi cukup bahkan sangat cukup mengingatkan diri yang le...
-
Seorang tukang kayu yang sudah tua dan tidak lagi mampu bekerja karena alasan fisik, bermaksud pensiun dari pekerjaannya di sebuah perusahaa...
-
Alhamdulillah wa syukrulillah.. saat mendengar anak2 kelas 6 tahun ajaran 2012 ini lulus semuanya dengan nilai yang sangat memuaskan. Akh...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar