Beribu mata bergairah
pancaran tak terperi
bagai menunggu kekasih
nan lama dirindu
oh.. bila masanya untukku
degup jantung tak terarah
menanti saat bersua
anak sungaipun mengembang
perlahan di sudut mata
oh... bila masanya untukku
bagai air mengalir perlahan
bagai angin berhembus lembut
ragapun patuh
oh... bila masanya untukku
demi rinduku padamu
kekasih semua insan
lelahpun sirna
menjelma raga baru
penuh limpahan cinta
oh... bila masanya untukku
*penantian menuju raudhoh, Madinah*
Tidak ada komentar:
Posting Komentar