Agustus 10, 2011

Penantian

Beribu mata bergairah
pancaran tak terperi
bagai menunggu kekasih
nan lama dirindu
oh.. bila masanya untukku

degup jantung tak terarah
menanti saat bersua
anak sungaipun mengembang
perlahan di sudut mata
oh... bila masanya untukku

bagai air mengalir perlahan
bagai angin berhembus lembut
ragapun patuh
oh... bila masanya untukku

demi rinduku padamu
kekasih semua insan
lelahpun sirna
menjelma raga baru
penuh limpahan cinta
oh... bila masanya untukku

*penantian menuju raudhoh, Madinah*

Tidak ada komentar:

Kembali

Apa kabar semuanya? Lama saya tidak menulis lagi. Meski bukan tergolong penulis aktif, tapi keinginan selalu ada. tapi ya itu, keinginan y...