Beribu mata bergairah
pancaran tak terperi
bagai menunggu kekasih
nan lama dirindu
oh.. bila masanya untukku
degup jantung tak terarah
menanti saat bersua
anak sungaipun mengembang
perlahan di sudut mata
oh... bila masanya untukku
bagai air mengalir perlahan
bagai angin berhembus lembut
ragapun patuh
oh... bila masanya untukku
demi rinduku padamu
kekasih semua insan
lelahpun sirna
menjelma raga baru
penuh limpahan cinta
oh... bila masanya untukku
*penantian menuju raudhoh, Madinah*
Agustus 10, 2011
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Kembali
Apa kabar semuanya? Lama saya tidak menulis lagi. Meski bukan tergolong penulis aktif, tapi keinginan selalu ada. tapi ya itu, keinginan y...
-
Beberapa bulan terakhir ini, aku mendapat nasehat yang... tak banyak kata terucap...tapi cukup bahkan sangat cukup mengingatkan diri yang le...
-
Seorang tukang kayu yang sudah tua dan tidak lagi mampu bekerja karena alasan fisik, bermaksud pensiun dari pekerjaannya di sebuah perusahaa...
-
Alhamdulillah wa syukrulillah.. saat mendengar anak2 kelas 6 tahun ajaran 2012 ini lulus semuanya dengan nilai yang sangat memuaskan. Akh...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar