September 06, 2014

Catatan Selepas Ied

Cerita 1
"Segala kontrakan gue diomongin..." tukas seorang bapak " Ya...pak.. die kan cuma ngingetin doang.." sahut bapak di sebelahnya "Iye sih... "

Cerita 2
"Tuh.. dengerin.. perokok 'berat' kalo dikumpulin uangnye setaon.. bisa beli kambing tuh.." Yang di ajak bicara cuma mesem-mesem aje.

Cerita 3
"Bener tuh ustadz.. kalo di pikir-pikir masa iya.. kite kaga' bisa berkurban ye... Sehari kira-kira tiga rebu tiga ratus ... sebulan seratus rebu... setahun dapet satu juta dua ratus... dapet kambing yang paling bagus dah... " kata seorang ibu setengah baya kepada ibu yang ada di dekatnya.

Cerita 4
"Hayoo... mo ngomong apa lagi lu... kaga' bisa dibalikin tuh.. tentang kontrakan? rokok? berkurban? pegi haji?.. la.. yang ustadz omongin tadi dah dilakuin semua.... " ledek seorang pemuda kepada sohibnya..

Itu sepenggal pembicaraan dalam perjalanan pulang setelah shalat idul adha. Memang... apa yang disampaikan ustadz tadi dalam khutbahnya sedikit banyak 'menyentil' semua jamaah yang mendengarkan.

Selain menyinggung tentang uang kontrakan tiap bulan dan kebiasaan merokok setiap hari, sang ustadz juga memberikan penjelasan pentingnya perencanaan untuk berkurban.

"Bukan masalah kaya atau tidak kaya, yang penting adalah mau atau tidak mau. Dan kesempatan berkurban hadir satu tahun sekali." Beliau mengibaratkan seperti kita hendak merencanakan pendidikan untuk anak-anak kita. Karena itu dianjurkan, setiap orang menyisihkan sebagian rizkinya untuk tabungan kurban setiap hari atau bulannya, tentu sesuai kemampuan.

Berkurban merupakan tanda syukur kita atas rizki yang telah Allah limpahkan kepada kita. Berkurban merupakan tanda kepedulian kita terhadap saudara-saudara kita yang membutuhkan.

"Sungguh, Kami telah memberimu nikmat yang banyak, Maka laksanakanlah sholat karena Robbmu, dan berkurbanlah (sebagai ibadah dan mendekatkan diri kepada ALlah). Sungguh, orang-orang yang membencimu, dialah yang terputus (dari rahmat ALlah)." (Qs Al-Kautsar: 1 - 3)"

Dan (ingatlah) ketika Rabbmu memaklumkan “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka pasti azabKu sangat pedih.” (Qs Ibrahim : 7)

Dan yang terpenting dari semua itu adalah niat yang benar dan keikhlasan dari sebuah pengorbanan yang kita lakukan… Wallahu’alam.

Repost. *Sebelumnya pernah saya tulis di multiply. Ini yg terselamatkan :) 09122008

Tidak ada komentar:

Kembali

Apa kabar semuanya? Lama saya tidak menulis lagi. Meski bukan tergolong penulis aktif, tapi keinginan selalu ada. tapi ya itu, keinginan y...