Seperti biasa, lomba dimulai dengan registrasi peserta. Dan saya lihat sudah banyak siswa yang datang lebih awal. Saya sendiri datang agak terlambat, karena tiba-tiba datang masalah yang harus diselesaikan. alhamdulillah, siswa sudah datang bersama ayahnya. Dan pemandangan yang sama, selalu saja terjadi. Peserta sebagian besar berasal dari sekolah-sekolah swasta yang lebih bagus dan pengalaman dari kami. Agak minder, mungkin juga. mengingat keterbatasan sumber daya dan prasarana dalam menyiapkan bibit-bibit unggul untuk lomba. Belum lagi masalah dukungan dari sekolah dan orangtua.
Dari ngobrol sana-sini dengan para pendamping sekolah lain, jakarta barat, utara dan selatan, saya mendapatkan banyak pencerahan. Baik dari sisi materi OSN, maupun manajemen. Persiapan yang matang dan terencana memang mesti dilakukan. Alhamdulillah bisa bertemu dengan bu Tanti dari sang timur, pak Budi yang dulu pernah membina matematika di sekolah kami dan guru dari al izhar dan kepulauan seribu. Hehe, saya lupa namanya.. maaf ya, bapak dan ibu guru. tapi wajah kalian lekat di ingatan, insya Allah.
Persiapan terbaik menurut pak Budi adalah mempersiapkan siswa dari kelas terendah. Minimal kelas 3 dan 4. Jadi kelas 5 siap lomba. Waduh, jauh sekali dari yang selama ini saya lakukan. :( Harapan tentu ada dan harus ada. Setidaknya tekad saya mulai kuat untuk mencobanya. Sedapat mungkin yang bisa saya lakukan. Meskipun harus berjuang mandiri secara moral dan prasarana. Setidaknya ada perbaikan dibanding dengan apa yang lakukan sekarang ini. Semangat! Man Jadda Wajada!
PPKG rawa bunga, Jakarta TImur